Teman2 pasti sudah tahu, dokter harus mengetahui dulu derajat berat COVID yang dialami baru setelahnya bisa menentukan terapi apa yang paling pas?
nah banyak yang masih bingung bedanya derajat atau kategori COVID ini, di era isoman skrg penting bgt utk tahu ini agar kita ga telat membawa pasien yg sudah berat utk mencari pertolongan ke rumah sakit, kita Sama2 simak yuk cara membedakannya
Berdasarkan beratnya kasus, COVID-19 dibedakan menjadi tanpa
gejala, ringan, sedang, berat dan kritis.
1. Tanpa gejala
Kondisi ini merupakan kondisi paling ringan. Pasien tidak
ditemukan gejala.
2. Ringan
Pasien dengan gejala tanpa ada bukti pneumonia virus atau tanpa
hipoksia. Gejala yang muncul seperti demam, batuk, fatigue,
anoreksia, napas pendek, mialgia. Gejala tidak spesifik lainnya
seperti sakit tenggorokan, kongesti hidung, sakit kepala, diare,
mual dan muntah, penghidu (anosmia) atau hilang pengecapan
(ageusia) yang muncul sebelum onset gejala pernapasan juga
sering dilaporkan. Pasien usia tua dan immunocompromised gejala
atipikal seperti fatigue, penurunan kesadaran, mobilitas menurun,
diare, hilang nafsu makan, delirium, dan tidak ada demam.
3. Sedang
Pada pasien remaja atau dewasa : pasien dengan tanda klinis
pneumonia (demam, batuk, sesak, napas cepat) tetapi tidak ada
tanda pneumonia berat termasuk SpO2 > 93% dengan udara
4. Berat
Pada pasien remaja atau dewasa : pasien dengan tanda klinis
pneumonia (demam, batuk, sesak, napas cepat) ditambah satu
dari: frekuensi napas > 30 x/menit, distres pernapasan berat, atau
SpO2 < 93% pada udara ruangan.
5. Kritis
Pasien dengan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS),
sepsis dan syok sepsis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar